Pengaruh Rasio Pulp Kulit Pisang dan Kertas HVS Bekas dengan Penambahan Filler CaCO₃ dari Cangkang Telur terhadap Ketebalan dan Kuat Tarik Kertas Daur Ulang
DOI:
https://doi.org/10.58466/8dezb507Kata Kunci:
cangkang telur, kertas HVS bekas, ketebalan, kuat tarik, kulit pisangAbstrak
Limbah organik rumah tangga seperti kulit pisang dan cangkang telur masih belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit pisang mengandung selulosa yang dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif pembuatan kertas, sedangkan cangkang telur mengandung kalsium karbonat (CaCO₃) yang berpotensi digunakan sebagai filler alami pada kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio pulp kulit pisang dan kertas HVS bekas dengan penambahan filler cangkang telur 4% terhadap ketebalan dan kuat tarik kertas ramah lingkungan. Pulp kulit pisang dibuat melalui proses delignifikasi menggunakan larutan NaOH 6% pada suhu 80°C selama 1 jam, kemudian dicampurkan dengan pulp kertas HVS bekas pada variasi rasio 10%:90%, 30%:70%, 50%:50%, 70%:30%, dan 90%:10%. Pengujian dilakukan terhadap ketebalan dan kuat tarik kertas yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi kertas HVS bekas menghasilkan ketebalan kertas yang lebih tinggi. Nilai ketebalan tertinggi diperoleh pada rasio 10%:90% sebesar 1,0809 mm, sedangkan ketebalan terendah diperoleh pada rasio 90%:10% sebesar 0,2637 mm. Sementara itu, kuat tarik tertinggi diperoleh pada rasio 70%:30% sebesar 2,00 MPa dan terendah pada rasio 50%:50% sebesar 1,49 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi kertas HVS bekas menghasilkan ketebalan lembaran yang lebih tinggi, sedangkan kombinasi serat kulit pisang dan kertas HVS bekas pada rasio tertentu mampu meningkatkan kuat tarik. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaturan rasio serat menjadi faktor penting dalam memperoleh keseimbangan antara sifat fisik dan mekanik kertas ramah lingkungan berbasis limbah biomassa.
Referensi
[1] S. Kaza, L. C. Yao, P. Bhada-Tata, F. Van Woerden, and D. Levine, What a Waste 2.0: A Global Snapshot of Solid Waste Management to 2050. Washington, DC: World Bank, 2018. doi: 10.1596/978-1-4648-1329-0.
[2] G. R. Mohamed, R. K. Mahmoud, M. Shaban, I. S. Fahim, H. M. Abd El‑Salam, and H. M. Mahmoud, “Towards a circular economy: valorization of banana peels by developing bio-composites thermal insulators,” Sci. Rep., vol. 13, no. 1, p. 12756, Aug. 2023, doi: 10.1038/s41598-023-37994-1.
[3] S. Mishra, B. Prabhakar, P. S. Kharkar, and A. M. Pethe, “Banana Peel Waste: An Emerging Cellulosic Material to Extract Nanocrystalline Cellulose,” ACS Omega, vol. 8, no. 1, pp. 1140–1145, Jan. 2023, doi: 10.1021/acsomega.2c06571.
[4] F. N. Putri, P. Manurung, S. W. Suciati, and P. K. Karo, “Production of Nanocellulose from Kepok Banana Peel Waste Using Acid Hydrolysis Method,” J. Energy, vol. 4, no. 3, 2023.
[5] V. Kumar, P. Pathak, and N. K. Bhardwaj, “Waste paper: An underutilized but promising source for nanocellulose mining,” Waste Manag., vol. 102, pp. 281–303, Feb. 2020, doi: 10.1016/j.wasman.2019.10.041.
[6] M. Jablonský and J. Šima, “Stability of Alum-Containing Paper under Alkaline Conditions,” Molecules, vol. 25, no. 24, p. 5815, Dec. 2020, doi: 10.3390/molecules25245815.
[7] F. W. Puspita, “Sintesis dan Karakterisasi Hidroksiapatit dari Cangkang Telur Ayam,” UNESA J. Chem., vol. 6, 2017, [Online]. Available: https://api.semanticscholar.org/CorpusID:104069503
[8] J. M. Vonnie, K. Rovina, N. M. N. ‘Aqilah, and X. W. L. Felicia, “Development and Characterization of Biosorbent Film from Eggshell/Orange Waste Enriched with Banana Starch,” Polymers, vol. 15, no. 11, p. 2414, May 2023, doi: 10.3390/polym15112414.
[9] R. L. Lestari and F. Puspasari, “The Influence of Solvent Volume on Raw Material and Cooking Time in the Delignification Process of Paper Making from Kepok Banana Peel Pulp,” vol. 9, no. 2.
[10] N. Alnur Auli Bt Nik Yusuf et al., “The preliminary study of applications waste banana peel and egg shell filler as agricultural waste for paper applications,” BIO Web Conf., vol. 131, p. 05031, 2024, doi: 10.1051/bioconf/202413105031.
[11] D. Poornima, T. D. Puttaraju, and S. N. Gs, “‘ Eco -Friendly Paper Production from Agricultural Residues : A Circular Economy Approach to Sustainable Pulping and Waste Valorization ,’” vol. 13, no. 12, pp. 91–101, 2025.
[12] P. Ramadhany, V. Oktovani, and T. Handoko, “Pengaruh Kandungan Selulosa dan Lignin pada Pulp Kulit Pisang Kepok dalam Pembuatan Kertas Seni,” 2021.
[13] M. A. Hubbe and R. A. Gill, “Fillers for Papermaking: A Review of their Properties, Usage Practices, and their Mechanistic Role,” BioResources, vol. 11, no. 1, pp. 2886–2963, Feb. 2016, doi: 10.15376/biores.11.1.2886-2963.





